Risiko Kehamilan Diatas Usia 35 Tahun

19 May

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan ekonomi, menikah dan memiliki anak pada usia 35 tahun atau lebih kini banyak dialami oleh pasangan muda, terutama di kota-kota besar. Dengan berbagai macam alasan, keputihan ini diambil oleh wanita-wanita yang menjalani keihdupan di kota metropolitan dari belum siap secara finansial, ketidaksiapan mental hingga sibuk meniti karir. Tentunya, setiap keputihan memiliki konsekuensinya. Begitu juga dengan menjalani kehamilan di usia 35 tahun ketas.

Kehamilan setelah usia 35 tahun merupakan kehamilan yang berisiko bagi ibu dan janinnya. Perlu diperhatikan bahwa usia mempengaruhi fertilitas (kesuburan). Fertilitas menurun dengan cepat setelah ibu berusia 35 tahun. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur dalam ovarium akan berkurang. Jadi, semakin bertambahnya umur, (relatif) semakin sulit untuk hamil, semakin banyak pula risikonya.

Risiko Kehamilan Diatas Usia 35 Tahun

risiko kehamilan diatas usia 35 tahunRisiko kehamilan diatas usia 35 tahun memang lebih tinggi dibandingkan yang hamil diusia lebih muda. Berikut dibawah ini risiko kehamilan diatas usia 35 tahun

  • Menurunnya tingkat kesuburan

Setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita cenderung menurun sehingga relatif lebih lama menanti datangnya buah hati. Hal ini dilatar belakangi oleh :

  1. Penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi
  2. Perubahan hormon yang berakibat pada perubahan ovulasi
  3. Lebih tingginya kemungkinan ada kondisi medis tertentu seperti endometriosis yang dapat mempengaruhi peluang kehamilan.
  • Bayi yang tidak normal

Pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction, menyebabkan kemungkinan  memiliki anak dengan cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti sindrom Down, akan meningkat seiring pertambahan usia wanita. Kondisi tersebut diperkirakan akan terjadi pada 1 dari 30 ibu hamil berusia 45 tahun ke atas.

  • Risiko Keguguran

Risiko keguguran pada usia kehamilan sebelum 4 bulan atau bayi meninggal di dalam kandungan meningkat sekitar 10 persen pada wanita berusia 40 dibandingkan dengan mereka yang hamil pada usia 20-an. Keguguran umumnya disebabkan oleh masalah pada kromosom atau genetika janin.

  • Bayi lahir prematur atau berat badan kurang dari normal

Wanita yang melahirkan setelah usia 35 tahun lebih berisiko melahirkan bayi yang lahir lebih dini atau lahir dengan berat badan kurang dari yang direkomendasikan. Selain itu, lebih berisiko juga melahirkan bayi dengan komplikasi masalah kesehatan.

  • Berisiko alami diabetes gestasional

Diabetes tipe ini biasanya terjadi selama kehamilan berlangsung dan lebih sering dialami ibu hamil dengan usia yang lebih tua. Lakukan kontrol gula darah, diet sehat seimbang, dan aktvitas fisik. Bila tidak diatasi, diabetes gestasional ini dapat menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar yang nantinya akan mempersulit proses persalinan.

  • Tekanan darah tinggi

Beberapa studi melansir bahwa tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan lebih sering dijumpai pada wanita usia lebih tua. Hipertensi pada kehamilan bisa berupa hipertensi kronis (telah muncul sebelum usia kehamilan 20 minggu), hipertensi gestasional (muncul setelah usia kehamilan 20 minggu) atau pre-eklamsi (muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan disertai dengan adanya protein dalam urin). Tekanan darah pada Ibu hamil dengan hipertensi harus diawasi secara ketat, demikian pula halnya dengan pertumbuhan janinnya. Untuk menghindari komplikasi, Ibu mungkin perlu mengonsumsi obat anti hipertensi.

  • Mungkin memerlukan persalinan caesar

Risiko terjadinya plasenta previa, yaitu jalan lahir tertutup / terhalang plasenta, sering terjadi pada usia 35 tahun. Masalah persalinan pun cenderung lebih sering terjadi pada Ibu dengan kehamilan pertamanya di usia ini.

| Risiko Kehamilan Diatas Usia 35 Tahun

 

Artikel Terkait

Cara Membuat Ramuan Obat Tradisional Diabetes Di Rumah

18 May

Pada ulasan kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat ramuan obat tradisional diabetes di rumah. Caranya gampang dan mudah, berikut ini sajian artikelnya

Cara Membuat Ramuan Obat Tradisional Diabetes Di Rumah

Cara Membuat Ramuan Obat Tradisional Diabetes Di Rumah

  • Dengan Menggunakan Daun Sambiloto

Daun sambiloto sangat berkhasiat untuk mengobati gejala diabetes, hal ini dikarenakan daun sambiloto memiliki senyawa androgapholide yang cukup pahit tapi mampu melindungi hati dan juga menurunkan enzim CDK4 yang mampu menekan pertumbuhan sel kanker dan juga daun sambiloto berguna untuk menjaga kekebalan tubuh. Berikut ini cara penggunaannya

Bahan yang harus disiapkan

  1. Daum sambiloto sebanyak 7 lembar
  2. Kumis kucing sebanyak 7 lembar
  3. Batang brotowoli 6 cm

Cara Membuatnya

  1. Cuci bersih bahan-bahan yang sudah disiapkan kemudian potong-potong
  2. Rebus bahan-bahan tersebut ke dalam tiga gelas air dan sisakan hingga menjadi dua gelas air
  3. Minum ramuan tersebut secara rutin sebaganyak 2 gelas sehari.
  4. Dianjurkan, diminum setelah makan
  • Pare

Berkhasiat untuk mencegah diabetes, didalamnya terdapat kandungan nutrisi yang menutrisi sel hati dan juga memperkuat hormon insulin, serta mampu memperbaiki dan juga membangun sel beta pankreas yang terdapat pada hati sehingga perlindungan terhadap diabetes meningkat. Berikut ini cara pembuatannya:

Bahan yang perlu disiapkan

  1. Siapkan 2 buah pare
  2. 1 gelas air

Cara Membuatnya

  1. Campurkan pare ke dalam air
  2. Kemudian peras pare tersebut hingga mengeluarkan air
  3. Minum air pare tersebut secara rutin setiap hari.
  • Buah Mengkudu

Berkhasiat untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit diabetes. Didalam buah mengkudu terdapat banyak mineral dan juga nutrisi lainnya yang berguna bagi pertumbuhan hormon insulin sehngga risiko terkena diabetes semakin mengecil. Oleh sebab itu, mengkudu dapat dikonsumsi setiap hari baik dimakan langsung ataupun diolah terlebih dahulu. Berikut ini cara pengolahannya menjadi obat tradisional diabetes:

Bahan yang disiapkan

  1. Siapkan 2 buah mengkudu matang, lalu cuci bersih

Cara Membuatnya

  1. Parut buah mengkudu
  2. Lalu, peras airnya dan masukkan ke dalam gelas
  3. Minum air mengkudu tersebut secara rutin sehari 2 kali.
  • Buncis

Berkhasiat dalam mencegah terkena penyakit diabetes. Didalamnya mengandung banyak nutrisi serta zat lain yang dapat menurunkan kadar gula darah yang terdapat pada tubuh. Apabila anda sering mengkonsumsi buncis, maka gejala diabetes anda akan berangsur membaik.

  • Ginseng

Berkhasiat untuk mengembalikan energi tubuh agar menjadi lebih sehat. Namun, ginseng juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah diabetes. Hal ini di karenakan ginseng dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi menjadi normal kembali.

Itulah, beberapa cara membuat ramuan obat tradisional diabetes, semoga sajian artikel kami ini membantu anda dalam mencari solusi pengobatan diabetes alami. Terimakasih

| Cara Membuat Ramuan Obat Tradisional Diabetes Di Rumah

 

 

Artkel Terkait

Tanaman Obat Bagi Penderita Diabetes

Tanaman Obat Bagi Penderita Diabetes

16 May

Bagi anda yang sedang mencari obat herbal diabetes penurun kadar gula darah. Berikut ini beberapa jenis tanaman Obat bagi penderita diabetes.

Tanaman Obat Bagi Penderita Diabetes

  • gingsengPegagan

Pegagan mengandung zat anti racun dan juga atni infeksi yang sangat baik untuk dijadikan sebagai obat herbal, salah satunya membantu menurunkan kadar gula yang ada dalam darah sehingga sagat baik untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes.

  • Sambiloti

Flavanoid yang ada didalam daun sambiloto ini sudah terbukti mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu memproduksi insulin dalam tubuh. Untuk menggunakannya cukup minum air rebusan daun ini.

  • Tapak Dara

Kandungan alkaloid yang ada didalam tapak dara sangat baik untuk mengatasi diabetes. Dengan alkaloid gula darah dalam tubuh bisa diatasi dan membantu memproduksi insulin dalam tubuh. Memang tumbuhan yang satu ini masih belum banyak dikenal tapi khasiatnya sudah terbukti bisa mengatasi diabetes.

  • Daun Salam

Kandungan dalam daun salam sangat baik untuk mengobati luka luar yang diakibatkan oleh diabetes. Cukup dengan menghaluskan daun salam kemudian balurkan pada lukanya. Anda juga bisa minum air rebusan daun salam agar diabetes bisa diatasi dengan cepat.

  • Bawang

Dalam bawang mengandung zat yang bisa membantu menurunkan gula dalam darah secara signifikan. Selain itu juga bawang bisa membantu melepaskan insulin dan mencegah kerusakan pada insulin dalam tubuh.

  • Kayu Manis

Mengkonsumsi air rebusan kayu manis ataupun makanan yang sudah dicampur dengan bubuk kayu manis juga bisa mengatasi diabetes. Kayu manis bisa membantu memecahkan lemak dalam tubuh dan mengolah glukosa menjadi energi. Jadi, gula dalam darah bisa dipecah dan diolah kembali agar tidak berlebihan dalam darah.

  • Ginseng

Tumbuhan asli Asia ini mempunyai banyak kandungan yang bisa mengatasi berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes. Minum air rebusan ginseng setiap harinya agar kadar gula yang ada dalam darah semakin menurun dan kadar insulin semakin meningkat.

Itulah beberapa jenis tanaman obat bagi penderita diabetes. Semoga menjadi referensi untuk anda.

| Tanaman Obat Bagi Penderita Diabetes

 

 

Artikel Terkait

Penyakit Diabetes Dapat Memicu Terjadinya Stroke Iskemik

15 May

Penyakit diabetes atau kencing manis seringkali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Karena selain pengobatannya butuh waktu yang lama, diabetes juga dapat menyebabkan kematian mendadak. Terutama, jika darah penderita diabetes yang mengalir ke otak maupun jantung mengalami pembekuan sehingga mengakibatkan penderita mengalami stroke dan penyakit jantung.

Dengan makin banyaknya orang yang menderita diabetes, maka sudah pasti angka kejadian untuk stroke juga akan meningkat. Pasien stroke yang disertai peningkatan kadar gula darah, apapun itu penyebabnya dapat berpeluang lebih besar untuk mengalami perburukan dari strokenya dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes.

Penyakit Diabetes Dapat Memicu Terjadinya Stroke Iskemik

diabetes dan stroke

Bukan hanya penyakit diabetes saja yang menimbulkan terjadinya stroke. Namun juga penyakit lain seperti hipertensi, dislipidemia (LDL – cholesterol), merokok, obesitas, pola hidup yang kurang aktivitas, adanya radang kronis juga dapat memicu atau mempercepat proses atherosklerosis. Pasien dengan diabetes umumnya juga mengidap hipertensi, dislipidemia dan faktor risiko lainnya. Terkumpulnya beberapa faktor risiko ini sehingga menciptakan kondisi yang subur untuk terjadinya artherosklerosis.

Penderita diabetes memiliki kemungkinan besar terjadi serangan stroke dan penyakit jantung koroner. Bahkan stress hyperglycemia pada pasien bukan diabet juga berprognosa lebih buruk pada infark. Pada semua jenis stroke dengan kadar glukosa darah yang tinggi dapat memperburuk keadaan.

Pasien yang sebelum stroke sudah menderita diabetes (meskipun anamnesanya tidak jelas dapat diperkirakan dari adanya peningkatan kadar glycosylated hemoglobin).

Cara Mencegah Stroke Pada Penderita Diabetes

  • Cek kadar gula darah secara teratur
  • Mencatat perkembangan naik turun kadar gula darah
  • Olahraga teratur setiap hari minimal 30 menit, misalnya jalan kaki, bersepeda, usahakan olahraga yang menyenangkan sehingga tidak cepat bosan
  • Berkonsultasi ke dokter secara teratur
  • Mengatur pola makan dengan baik, apabila memakan nasi, harus dengan beras yang index glikemiknya rendah dan hindari makanan-makanan yang dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah.
  • Memakan obat diabetes atau menyuntik insulin secara teratur sesuai petunjuk dokter.

| Penyakit Diabetes Dapat Memicu Terjadinya Stroke Iskemik

Artikel Terkait

Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

14 May

Penderita diabetes memiliki banyak sekali risiko, apalagi kalau sedang hamil. Berarti, bahaya akan juga mengancam janin.

diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh terlalu tingginya kadar gula atau glukosa di dalam darah. Selain itu juga, diabetes disebabkan oleh pankreas yang tidak mengeluarkan insulin. Insulin inilah yang berguna untuk mengubah gula menjadi energi.

Karena kerja insulin yang tidak maksimal inilah, gula yang seharusnya diubah menjadi energi akan menumpuk di dalam darah. Keadaan ini akan semakin diperparah kalau ibu tidak menjaga pola makannya. Berikut ini Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin.

Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

Diabetes memang kerap kali menyerang ibu hamil. Masalahnya, ketika hamil, diabetes juga bisa berpengaruh terhadap janin. Berikut ini risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dengan penderita diabetes:

Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan JaninRisiko Pada Ibu Hamil

  • Pre-eklampsia, yaitu sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema).
  • Persalinan  prematur
  • Cairan ketuban berlebihan (hidramnion).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi vagina berupa keputihan karena jamur yang berulang.

Risiko Pada Janin

Apapun yang menjadi risiko pada calon ibu, janin pasti turut merasakan akibatnya. Berikut ini risiko pada janin:

  • Pertumbuhan yang terhambat
  • Lahir besar atau giant baby (makrosomia) sehingga harus dilahirkan secara caesar.  Ini akibat janin menerima pasokan gula berlebih dari ibu, diubah menjadi protein dan lemak, sehingga membuatnya  besar.
  • Cacat bawaan, peluangnya 3 kali lebih besar dari kehamilan normal.
  • Meningkatnya kadar bilirubin.
  • Sindroma gangguan napas. Kelebihan insulin menghambat kerja hormon kortisol yang berfungsi mematangkan paru-paru janin. Akibatnya, paru-paru janin belum matang di usia 38 minggu. Risikonya, terjadinya sindroma gawat napas. Cegah dengan melakukan pemeriksaan air ketuban untuk memantau kematangan paru-paru janin.
  • Kekurangan glukosa dan kalsium.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan neurologik dan psikologik pada bayi di kemudian hari.
  • Kematian mendadak di kandungan (sudden death), akibat darahnya kekurangan oksigen dan kelebihan asam laktat. Ini risiko jika kadar gula darah ibu tidak terkontrol.

Untuk itu, diperlukan juga konsultasi dengan dokter jika ibu mengalami diabetes pada masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko-risiko yang memungkinkan terjadi seperti diatas pada ibu dan janin.

| Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

 

Artikel Terkait: