Bengkoang Aman Dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

14 Aug

Buah bengkoang memiliki warna putih dan rasanya yang manis. Buah ini kebanyakan digunakan untuk membuat produk-produk kosmetik (kecantikan) karena ia memiliki banyak senyawa yang sangat penting untuk tubuh. Namun, tidak hanya itu bengkoang juga memiliki banyak manfaat lain terutama bagi kesehatan tubuh.

Bengkoang Aman Dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

buah bengkoang

Selain digunakan untuk menjaga kecantikan, buah bengkoang juga mampu membantu meredakan sakit maag. Hal ini dikarenakan bengkoang memiliki senyawa alkali yang baik untuk menstabilkan asam lambung sehingga sangat baik bila dikonsumsi oleh penderita asam lambung.

Baca Juga: Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

Tidak hanya itu, buah bengkoang juga baik untuk mereka yang menderita penyakit diabetes. Karena walaupun memiliki rasa manis, namun kandungan pemanis di dalam bengkoang adalah sebuah zat bernama inulin. Inulin ini tidak bisa dicerna oleh tubuh, sehingga meski dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan memiliki rasa yang manis, bengkoang juga tidak akan mengganggu kadar gula darah di dalam tubuh. Oleh sebab itu, bengkoang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Kandungan vitamin C dan berbagai senyawa lainnya pada buah bengkoang, membantu tubuh untuk tetap sehat dan segar. Untuk mendapatkan fungsi utama dari bengkoang, kami sarankan untuk tidak mencampurkan dengan bahan lain ketika anda mengkonsumsinya.

| Bengkoang Aman Dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

12 Aug

Sebagai seorang penderita diabetes, meningkatnya kadar gula dalam darah dapat merusak berbagai bagian tubuh, termasuk gigi dan mulut. Diabetes meningkatkan risiko penyakit gusi, karies, gigi goyang, xerostomia dan infeksu mulut lainnya.

Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik dapat menyebabkan diabetes anda lebih sulit dikendalikan. Infeksi yang terjadi menyebabkan gula darah anda meningkat dan butuh lebih banyak insulin untuk mengendalikannya. Diabetes juga bisa mengganggu indera perasa anda. Mungkin tidak disadari, tetapi hal ini bisa mempengaruhi pilihan makanan anda. Makanan manis akan merusak gigi dan juga menambah parah diabetes anda.

Baca Juga: Dokter Diabetes Terbaik di Indonesia

Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

perawatan gigi dan mulut

Apabila anda mengidap diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, mengelola tingkat gula darah adalah kuncinya. Semakin tinggi tingkat gula darah, semakin tinggi pula risiko anda mengalami sakit gigi, gusi, dll. Untuk mencegah itu semua, maka anda diharuskan untuk mengetahui perawatan gigi dan mulut pada penderita diabetes. Oleh karena itu, berikut ini beberapa poin penting yang harus anda ketahui:

  • Membuat komitmen untuk mengelola diabetes: Memonitor kadar gula dan ikuti petunjuk dokter untuk menjaga tingkat gula darah sesuai target yang adan buat.
  • Semakin baik anda mengontrol kadar gula darah, semakin kecil kemungkinan untuk mengembangkan gingivitis dan masalah gigi lainnya.
  • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari: Sikat gigi di pagi dan malam hari dan idealnya, setelah makan dan makan makanan ringan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Hindari menggosok gigi dengan kuat karena dapat mengiritasi gusi. Pertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik, terutama jika anda memiliki arthritis atau masalah lain yang membuat sulit untuk menyikat gigi dengan baik.
  • Menggunakan benang gigi setidaknya sehari sekali: Penggunaan flossing atau benang gigi membantu menghilangkan plak antara gigi dan dibaawah garis gusi.
  • Mengambil tindakan pencegahan khusus dengan operasi gigi: Jika merencanakan operasi gigi, pastikan bahwa dokter gigi telah berkonsultasi dengan anda terlebih dahulu. Anda mungkin perlu menyesuaikan obat diabetes atau mengambil antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Ketahui tanda-tanda awal penyakit gusi: Melaporkan tanda-tanda penyakit gusi termasuk kemerahan, pembengkakan dan pendarahan gusi kepada dokter gigi. Juga menyebutkan tanda-tanda lain dan gejala, seperti mulut kering, sariawan atau sakit mulut.
  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko komplikasi diabetes serius, termasuk penyakit gusi. Jika Anda merokok, meminta dokter Anda tentang pilihan untuk membantu Anda berhenti.

Itulah beberapa poin penting yang harus selalu anda ingat. Karena hal itu dapat mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes. Semoga artikel mengenai perawatan gigi dan mulut pada penderita diabetes ini bermanfaat untuk anda serta menambah wawasan dan pengetahuan anda. Terimakasih

| Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

Mengenal Dokter Diabetes Terbaik di Indonesia

10 Aug

Berbicara mengenai penyakit diabetes di Indonesia, kita tidak bisa terlepas dari seorang tokoh yang satu ini, yaitu: Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Endokrinologi yang lahir pada 14 Agustus 1944, di Amsterdam, Belanda.

Menurut Beliau, Penyakit diabetes merupakan suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat membuat cukup insulin dan atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Insulin berfungsi untuk mengubah gula atau glukosa darah menjadi energi.

dokter ahli diabetes

Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE

Dalam perawatan penyakit diabetes, tujuan utamanya adalah menjaga agar kadar gula darah senormal mungkin, tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dengan demikian, akan dapat diminimalkan, dicegah atau ditunda terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh diabetes. Tambahnya. Beliau juga mengatakan, untuk menjaga gula darah tetap stabil mungkin para diabetesi atau pengidap diabetes harus merencanakan makanannya mulai dari jumlah makanan, jenis makanan dan jadwal makan dan juga melakukan aktifitas fisik secara teratur. Oleh sebab itu, anda juga harus tetap berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Kesembuhan Rini S Bon bon Dari Penyakit Diabetes

Pada awalnya, hidup dengan penyakit diabetes akan terasa sulit. Namun, dengan disiplin dan kemauan yang tinggi serta gaya hidup yang sehat, anda akan mulai terbiasa. Ini merupakan gaya hidup yang baru untuk melanjutkan hidup dengan sehat dan normal. Ujar Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE.

 

 

| Dokter Diabetes Terbaik di Indonesia

Rini S Bon Bon Akhirnya Sembuh Dari Penyakit Diabetes

7 Aug

Semenjak menderita penyakit diabetes, komedian Irni Yusnita atau akrab di panggil Rini S Bon Bon ini banyak melalkuakn pengobatan dari mulai modern hingga ke pengobatan tradisional. Rini juga mengaku percaya dengan pengobatan herbal yang diberikan oleh herbalis.

Baca Juga: Tips Aman Berolahraga Bagi Penderita Diabetes

“Aku memang percaya dengan pengobatan herbal. diabetes Kalau ditanya kesembuhannya, kembali ke manusianya juga. Biasanya dampak obat-obat yang dikasih itu ada efek sampingnya. Kalo herbal prosesnya agak lama tapi hasilnya bagus,” ujar Rini ditemui usai mengisi acara Bukan Empat Mata di studia Trans 7, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (22/12).

rina s bon bon

Saat ini Rini mengakui jika kondisinya jauh lebih baik ketimbang beberapa waktu yang lalu saat dirinya harus berbaring di rumah sakit. Rini pun menceritakan jika penyakit diabetes yang dialaminya merupakan penyakit keturunan.

“Kalau saya sebenarnya pertama obesitas, dulu itu berat badannya 105 kg. Sebetulnya turunan juga, ayah saya kena diabetes juga, ibu saya juga kena,” ujar komedian bertubuh subur itu.

Baca Juga: Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

Di tahun 2012 mendatang, Rini pun memiliki resolusi dan harapan agar bisa bertambah sehat dan tidak lagi sakit. Selain itu terucap keinginan untuk bisa segera mendapat jodoh.

“Intinya semua orang pengen lebih baik, dari kesehatan, karir. Tahun ini saya kehilangan dua orang yang saya cintai, mudah-mudahan tahun 2012 saya dipertemukan jodoh saya. Amin,” pungkasnya.

Semoga, dengan adanya cerita diatas menjadi motivasi anda untuk terus berusaha menggapai kesembuhan dari penyakit diabetes anda. Jangan pernah menyerah, dimana ada niat, disitu ada jalan.

 

 

| Rini S Bon Bon Akhirnya Sembuh Dari Penyakit Diabetes

Pentingnya Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

3 Aug

Mencari tahu gejala penyakit diabetes sangat penting bagi kita, karena hal tersebut dapat membantu kita dalam mencegah terjadinya penyakit diabetes serta mampu mengantisipasi dan melakukan penanganan secara dini. Berikut ini beberapa gejala penyakit diabetes tipe 2.

Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

gejala diabetes tipe 2Sering buang air kecil dan  haus berlebihan

Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil bisa menjadi gejala awal diabetes. Pada kondisi ini disebabkan ginjal bekerja sangat aktif untuk menyingkirkan kelebihan glukosa dalam darah.

Sedangkan rasa haus yang berlebihan adalah respon tubuh untuk mengisi cairan yang hilang akibat sering buang air kecil. Kedua gejala ini berjalan seiring dengan mekanisme tubuh untuk menurunkan kadar gula darah.

Kehiangan berat badan

Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, karena hormon insulin tidak mampu mengirim glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi, tubuh mulai memecah protein dari otot-otot sebagai sumber energi alternatif.

Kelaparan

Rasa lapar berlebihan adalah tanda lain dari diabetes. Ini terjadi akibat kadar gula yang tinggi namun tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan dalam proses metabolisme.

Masalah kulit

Kulit gatal dan kering, bisa menjadi tanda diabetes. Contoh lain adalah acanthosis nigricans yaitu penggelapan kulit di sekitar leher atau ketiak.

Orang yang memiliki kondisi ini sudah mengalami proses resistensi insulin meskipun gula darah mereka mungkin tidak tinggi.

Lambatnya penyembuhan luka

Infeksi, luka, dan memar yang tidak kunjung sembuh adalah tanda klasik diabetes. Hal ini terjadi karena pembuluh darah vena dan arteri rusak akibat jumlah glukosa berlebih. Kondisi ini membuat darah sulit menjangkau daerah-daerah tubuh yang luka untuk memfasilitasi proses penyembuhan.

Infeksi jamur

Diabetes akan menurunkan sistem kekebalan tubuh secara umum. Tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi paling umum seperti jamur (candida).

Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak

Penglihatan kabur

Kadar glukosa tinggi mampu mengubah bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya gejala ini reversibel (bisa kembali normal) saat kadar gula darah kembali atau mendekati normal. Namun, kadar gula yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan permanen, bahkan kebutaan.

Kesemutan atau mati rasa

Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersama dengan rasa sakit terbakar atau bengkak merupakan tanda-tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan neuropati (kerusakan saraf) permanen.

Hasil tes darah

Salah satu tes adalah tes glukosa plasma setelah puasa. Tes dilakukan untuk memeriksa gula darah setelah semalam (atau delapan jam) tidak makan.

Glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua tes yang berbeda akan berarti diabetes.

Glukosa darah normal adalah 99 mg/dL. Tingkat gula darah 100 sampai 125 mg/dL akan dianggap sebagai pradiabetes.

Nah itulah beberapa tanda-tanda umum dari penyakit diabetes. Semoga sajian artikel ini bermanfaat untuk anda bagi para pembaca. Semoga lekas sembuh.

| Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2