Mengenal Jenis Terapi Oral Untuk Penderita Diabetes

1 Aug

Banyak jenis pengobatan yang dilakukan pasien penderita diabetes untuk mendapatkan kesembuhan, salah satunya yaitu jenis terapi oral untuk penderita diabetes.

Obat-obatan hipoglikemik oral terutama ditujukan untuk membantu penanganan pasien diabetes melitus tipe II. Pemilihan obat hipoglikemik oral yang tepat sangat menentukan keberhasilan terapi diabetes. Bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien, farmakoterapi hipoglikemik oral dapat dilakukan dengan menggunakan satu jenis obat atau kombinasi dan dua jenis obat. Pemilihan dan penentuan rejimen hipoglikemik yang digunakan harus mempertimbangkan tingkat keparahan diabetes (tingkat glikemik) serta kondisi kesehatan pasien secara umum termasuk penyakit-penyakit lain dan komplikasi yang ada.

Mengetahui Penggolongan Obat Hipoglikemik Oral

terapi obat diabetes oral

Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat hipoglikemik oral dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

  • Golongan Sulfonilurea

Golongan ini merupakan golongan obatobatan yang meningkatkan sekresi insulin.

Golongan ini merupakan jenis obat hipoglikemik oral yang paling dahulu ditemukan, diberikan kepada penderita diabetes dewasa baru dengan berat badan normal dan kurang serta tidak pernah mengalmai ketoasidosis sebelumnya. Senyawa-senyawa sulfonylurea sebaiknya tidak diberikan pada penderita gangguan hati, ginjal dan tiroid. Obat-obat kelompok ini bekerja merangsang sekresi insulin di kelenjar pancreas, oleh sebab itu hanya efektif apabila sel-sel β Langerhans pancreas masih dapat berproduksi. Penurunan kadar glukosa darah yang terjadi setelah pemberian senyawa-senyawa sulfonilurea disebabkan oleh perangsangan sekresi insulin oleh kelenjar pancreas.

Baca Juga: Mengenal Jenis Diabetes Tipe I

  • Golongan Meglitinida dan Turunan Fenilalanin

Ini merupakan golongan obat hipoglikemik generasi baru yang cara kerjanya mirip dengan golongan sulfonilurea yaitu bekerja untuk meningkatkan sitesis dan sekresi insulin oleh kelenjar pankreas. Biasanya senyawa obat dari golongan ini digunakan dalam bentuk kombinasi dengan obat-obatan antidiabetik oral lainnya.

  • Golongan Biguanida

Bekerja langsung pada hati, menurunkan produksi glukosa hati. Senyawa-senyawa golongan ini tidak merangsang sekresi insulin dan hampir tidak pernah menyebabkan hipoglikemia.

Satu-satunya senyawa biguanida yang masih dipakai sebagai obat hipoglikemik oral saat ini adalah metformin. Metformin masih banyak dipakai di beberapa negara termasuk Indonesia, karena frekuensi terjadinya asidosis laktat cukup sedikit asal dosis tidak melebihi 1700 mg/hari dan tidak ada gangguan fungsi ginjal dan hati.

  • Golongan Tiazolidindion (TZD)

Bekerja untuk meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin dengan jalan berikatan dengan (peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di otot, jaringan lemak, dan hati untuk menurunkan resistensi insulin. Senyawa-senyawa TZD juga menurunkan kecepatan glikoneogenesis.

  • Golongan Inhibitor α-Glukosidase

Bekerja menghambat enzim alfa flukosidase yang terdapat pada dinding usus halus. Enzim-enzim α-glukosidase (maltase, isomaltase, glukomaltase dan sukrase) berfungsi untuk menghidrolisis oligosakarida, pada dinding usus halus. Inhibisi kerja enzim ini secara efektif dapat mengurangi pencernaan karbohidrat kompleks dan absorbsinya, sehingga dapat mengurangi peningkatan kadar glukosa post prandial pada penderita diabetes.

Baca Juga: Kenali Jenis Diabetes Tipe II

Senyawa inhibitor α-glukosidase juga menghambat enzim α-amilase pankreas yang bekerja menghidrolisis polisakarida di dalam lumen usus halus. Obat ini merupakan obat oral yang biasanya diberikan dengan dosis 150-600 mg/hari. Obat ini efektif bagi penderita dengan diet tinggi karbohidrat dan kadar glukosa plasma puasa kurang dari 180 mg/dl. Obat ini hanya mempengaruhi kadar glukosa darah pada waktu makan dan tidak mempengaruhi kadar glukosa darah setelah itu.

  • TERAPI KOMBINASI

Pada keadaan tertentu diperlukan terapi kombinasi dari beberapa OHO atau OHO dengan insulin. Kombinasi yang umum adalah antara golongan sulfonilurea dengan biguanida. Sulfonilurea akan mengawali dengan merangsang sekresi pankreas yang memberikan kesempatan untuk senyawa biguanida bekerja efektif. Kedua golongan obat hipoglikemik oral ini memiliki efek terhadap sensitivitas reseptor insulin, sehingga kombinasi keduanya mempunyai efek saling menunjang. Pengalaman menunjukkan bahwa kombinasi kedua golongan ini dapat efektif pada banyak penderita diabetes yang sebelumnya tidak bermanfaat bila dipakai sendiri-sendiri.

Hal Penting Yang Harus Anda Perhatikan Jika Menggunakan Obat Diabetes Oral

  • Dosis selalu harus dimulai dengan dosis rendah yang kemudian dinaikkan secara bertahap.
  • Harus diketahui betul bagaimana cara kerja, lama kerja dan efek samping obat-obat tersebut.
  • Bila diberikan bersama obat lain, pikirkan kemungkinan adanya interaksi obat.
  • Pada kegagalan sekunder terhadap obat hipoglikemik oral, usahakanlah menggunakan obat oral golongan lain, bila gagal lagi, baru pertimbangkan untuk beralih pada insulin.
  • Hipoglikemia harus dihindari terutama pada penderita lanjut usia, oleh sebab itu sebaiknya obat hipoglikemik oral yang bekerja jangka panjang tidak diberikan pada penderita lanjut usia.
  • Usahakan agar harga obat terjangkau oleh penderita.

 

| Mengenal Jenis Terapi Oral Untuk Penderita Diabetes