Cara Mencegah Timbulnya Luka Kaki Pada Penderita Diabetes

18 Aug

Salah satu masalah yang sering timbul pada penderita diabetes yaitu timbulnya luka di kaki. Hal ini dikarenakan adanya infeksi jamur atau bakteri atau terjadinya pembusukan jaringan sehingga perlu dilakukan amputasi. Berikut ini penyebab kenapa luka di kaki pada penderita diabetes sulit untuk sembuh:

  • Aliran darah yang buruk

Hal ini terjadi karena kerusakan pembuluh darah yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Aliran darah yang terganggu menyebabkan kaki tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga kulit kaki menjadi lemah, mudah luka dan sukar sembuh jika terjadi luka.

Baca Juga: Bengkoang Aman dikonsumsi Oleh Penderita Diabetes

  • Kerusakan saraf

Hal ini juga terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Kerusakan saraf menyebabkan kepekaan seorang pasien diabetes melitus terhadap rasa nyeri menjadi berkurang, sehingga pasien tidak sadar saat kakinya terluka.

Cara Mencegah Timbulnya Luka Kaki Pada Penderita Diabetes

infeksi kulit pada penderita diabetes

  • Untuk langkah awal mencegah terjadinya luka pada penderita diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah secara optimal mungkin dan berhenti merokok. Selain itu, pasieun diabetes melitus juga harus membiasakan diri merawat kakinya.
  • Cuci kaki dengan sabun dan air hangat. Setelah itu, kaki harus dikeringkan dengan benar sampai ke sela-sela jari agar tidak terinfeksi jamur
  • Oleskan pelembab untuk mencegah kulit kering, tetapi jangan oleskan pelembab pada sela-sela jari. Jangan merendam kaki anda karena akan membuat kuilt rusak sehingga mudah terkena infeksi.
  • Saat mencuci atau mengoleskan pelembab pada kaki, perhatikan kaki Anda! Apakah terdapat bercak merah, kapalan, luka, kuku yang tumbuh menusuk jari kaki, kuku kuning dan rapuh, pembengkakan kaki, kulit kaki pecah pecah ataupun melepuh. Perhatikan juga warna kulit kaki yang menjadi biru atau hitam. Hal ini menandakan aliran darah yang buruk sehingga butuh penanganan segera.
    Jika sulit untuk melihat telapak kaki, gunakanlah cermin atau minta tolongkepada orang serumah.
  • Gunting kuku kaki anda steiap bulan dengan arah lurus, kikir ujung-ujung kuku yang tajam dengan pengikir kuku dan jangan menggunting kutikula kuku anda.
  • Pasien DM harus selalu menggunakan alas kaki yang nyaman dipakai, baik di dalam maupun di luar rumah. Alas kaki tidak boleh kebesaran maupun kekecilan karena dapat menyebabkan kaki lecet. Periksalah bagian dalam sepatu sebelum menggunakannya untuk memastikan tidak ada benda tajam yang dapat melukai kaki.
  • Untuk menjaga aliran darah ke kaki tetap baik, angkat kaki Anda saat duduk, lalu gerakkan jari-jari kaki dan pergelangan kaki ke atas dan ke bawah selama 5 menit sebanyak 2 -3 kali sehari. Jangan melipat kaki Anda dalam waktu lama!

Itulah beberapa Cara Mencegah Timbulnya Luka Kaki Pada Penderita Diabetes. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda. Terimakasih

| Cara Mencegah Timbulnya Luka Kaki Pada Penderita Diabetes

Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

12 Aug

Sebagai seorang penderita diabetes, meningkatnya kadar gula dalam darah dapat merusak berbagai bagian tubuh, termasuk gigi dan mulut. Diabetes meningkatkan risiko penyakit gusi, karies, gigi goyang, xerostomia dan infeksu mulut lainnya.

Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik dapat menyebabkan diabetes anda lebih sulit dikendalikan. Infeksi yang terjadi menyebabkan gula darah anda meningkat dan butuh lebih banyak insulin untuk mengendalikannya. Diabetes juga bisa mengganggu indera perasa anda. Mungkin tidak disadari, tetapi hal ini bisa mempengaruhi pilihan makanan anda. Makanan manis akan merusak gigi dan juga menambah parah diabetes anda.

Baca Juga: Dokter Diabetes Terbaik di Indonesia

Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

perawatan gigi dan mulut

Apabila anda mengidap diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, mengelola tingkat gula darah adalah kuncinya. Semakin tinggi tingkat gula darah, semakin tinggi pula risiko anda mengalami sakit gigi, gusi, dll. Untuk mencegah itu semua, maka anda diharuskan untuk mengetahui perawatan gigi dan mulut pada penderita diabetes. Oleh karena itu, berikut ini beberapa poin penting yang harus anda ketahui:

  • Membuat komitmen untuk mengelola diabetes: Memonitor kadar gula dan ikuti petunjuk dokter untuk menjaga tingkat gula darah sesuai target yang adan buat.
  • Semakin baik anda mengontrol kadar gula darah, semakin kecil kemungkinan untuk mengembangkan gingivitis dan masalah gigi lainnya.
  • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari: Sikat gigi di pagi dan malam hari dan idealnya, setelah makan dan makan makanan ringan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Hindari menggosok gigi dengan kuat karena dapat mengiritasi gusi. Pertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik, terutama jika anda memiliki arthritis atau masalah lain yang membuat sulit untuk menyikat gigi dengan baik.
  • Menggunakan benang gigi setidaknya sehari sekali: Penggunaan flossing atau benang gigi membantu menghilangkan plak antara gigi dan dibaawah garis gusi.
  • Mengambil tindakan pencegahan khusus dengan operasi gigi: Jika merencanakan operasi gigi, pastikan bahwa dokter gigi telah berkonsultasi dengan anda terlebih dahulu. Anda mungkin perlu menyesuaikan obat diabetes atau mengambil antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Ketahui tanda-tanda awal penyakit gusi: Melaporkan tanda-tanda penyakit gusi termasuk kemerahan, pembengkakan dan pendarahan gusi kepada dokter gigi. Juga menyebutkan tanda-tanda lain dan gejala, seperti mulut kering, sariawan atau sakit mulut.
  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko komplikasi diabetes serius, termasuk penyakit gusi. Jika Anda merokok, meminta dokter Anda tentang pilihan untuk membantu Anda berhenti.

Itulah beberapa poin penting yang harus selalu anda ingat. Karena hal itu dapat mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes. Semoga artikel mengenai perawatan gigi dan mulut pada penderita diabetes ini bermanfaat untuk anda serta menambah wawasan dan pengetahuan anda. Terimakasih

| Perawatan Gigi dan Mulut Pada Penderita Diabetes

Bahaya Menonton TV Terlalu Lama Bagi Kesehatan

1 Jul

Hampir sebagian besar orang tentu menyukai kebiasaan menonton TV. TV atau televisi memang menawarkan berbagai hiburan dan acara yang memanjakan mata setiap orang. Kitapun tidak sar telah duduk berjam-jam hanya untuk sekedar menyaksikan berbagai acara yang disajikan oleh stasiun tv, mulai dari film, sinetron, acara olahraga, acara masak, hingga berita artis idola anda. Namun, berdasarkan faktanya, menonton tv terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh anda.

Berikut dibawah ini adalah sejumlah penyakit yang dapat menyerang anda jika terlalu lama menonton tv.

Bahaya Menonton TV Terlalu Lama Bagi Kesehatan

nonton tv terlalu lamaRisiko Sakit Jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (Usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), penelitian menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18% dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9%. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari 4 jam memiliki 80% peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

Diabetes

Sebuah study pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes menigkat sebesar 14% pada mereka yang menonton TV selama 2 jam dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam dalam seminggu, 3 kali berisiko menderita diabetes tipe 2 dari pada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.

Obesitas

Menonton TV terlalu sering membuat otot anda tidak bergerak. Jika otot-otot anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Attention Deficit Disorder (ADD)

ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

Sakit mata

Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.

Nah itulah efek bahaya terlalu lama menonton TV bagi kesehatan. Apalagi pada anak-anak karena dapat mengurangi sosialisasi dengan teman sebaya mereka dan juga dapat merusak mental mereka. Untuk itu, mulailah ajarkan sejak dini kepada buah hati anda bermain diluar rumah dengan pengawasan orang tua dibandingkan dengan hanya menonton tv.

 

| Bahaya Menonton TV Terlalu Lama Bagi Kesehatan

Artikel terkait

Tips Sehat Menjalankan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Tips Sehat Menjalankan Puasa Bagi Penderita Diabetes

30 Jun

Bulan Ramadhon merupakan ibadah mulia bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali bagi umat muslim penderita diabetes melitus. Lalu, amankan bila penderita diabetes mengikuti puasa di bulan ramadhon?

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Intermontain Medical Center Heart Institute menyatakan bahwa puasa dapat memberikan efek yang positif bagi para penderita penyakit diabetes. Studi ini melibatkan sekitar 12 peserta yang memiliki gejala diabetes dan diminta untuk melakukan puasa selama 24 jam/minggu dengan rentan waktu 6 minggu.

Dari kesemua peserta tersebut, tidak satupun diantara mereka yang mengeluhkan efek samping dari berpuasa, seperti sakit kepala atau kelelahan dan semua peserta mengatakan bahwa mereka mendapatkan beberapa manfaat dari kesehatan tubuhnya. Berikut ini Tips Sehat Menjalankan Puasa Bagi Penderita Diabetes.

Tips Sehat Menjalankan Puasa Bagi Penderita Diabetes

diabetes puasaMemonitor Kadar Gula Darah

Bagi penderita diabetes, sebelum melakukan ibadah puasa, sebaiknya memonitor kadar gula darah terlebih dahulu beberapa kali dalam sehari terutama bagi penderita diabetes 1 atau diabetes 2 yang menggunakan insulin. Untuk lebih amannya, lakukan pemeriksaan medis 1 bulan sebelum puasa ramadhon yang meliputi gula darah, tekanan darah dan profil lipid. Konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi anda, tanda hipoglikemia (jika ada) dan mintalah resep dokter jika sesuatu hal terjadi saat puasa.

Penuhi Nutrisi

ketika anda berbuka puasa, penuhilah nutrisi anda karena selama berpuasa nutrisi anda pastinya akan berkurang. Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari saat berbuka untuk meningkatkan asupan cairan dalam tubuh.

Untuk makanan, makanlah karbohidrat kompleks seperti beras merah dan gandum. Beras merah sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes karena beras merah memiliki kadar indeks glikemik (kemampuan suatu makanan atau minuman untuk meningkatkan kadar gula dalam darah) yang lebih rendah dibandingkan nasi putih danserat yang tinggi yang bagi pencernaan.

Hindari makanan yang berkarbohidrat tinggi dan lemak karena proses pencernaan dan penyerapan makanan lebih lambat saat puasa. Untuk sahurnya, usahakan dilakukan sedekat mungkin dengan waktu imsak.

Berolahraga

Penderita diabetes dapat melakukan olahraga ketika puasa, caranya dengan melakukan sholat tarawih setelah berbuka puasa. Sholat tarawih dapat menjadi bagian olahraga ringan. Dengan olahraga ringan, pencernaan dan metabolisme anda akan lebih lancar. Namun demikian, tidak dianjurkan untuk berolahraga berlebihan karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Itulah beberapa tips sehat menjalankan puasa bagi penderita diabetes. Namun, hentikan puasa jika kondisi anda dalam keadaan:

  1. Kadar gula darah yang melebihi 300 mg/dl
  2. Terjadi kondisi hipoglikemia (kadar gula darah < 60 mg/dl )
  3. Kadar gula darah <70 mg/dl pada beberapa jam setelah puasa dimulai, terutama jika insulin digunakan saat sahur.

| Tips Sehat Menjalankan Puasa Bagi Penderita Diabetes

 

Artikel terkait lainnya

Manfaat Air Kelapa Bagi Kesehatan Penderita Diabetes

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi

26 Jun

ASI Eksklusif merupakan air susu ibu yang diberikan untuk bayi sejak baru lahir sampai 6 bulan tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal lainnya seperti air gula, aqua, dll.

ASI mengandung kombinasi nutrisi yang sempurna untuk bayi, dimana hampir 100 jenis yang terkandung di dalamnya. Nutrisi tersebut berubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Bayi yang baru lahir membutuhkan tingkat lemak yang lebih tinggi selama 6 bulan. Dan tubuh seorang ibu akan mengetahui hal itu dan menyesuaikannya dengan tepat. Berikut ini manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi.

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi

ASI EksklusifKolostrum, cairan pra-susu yang diproduksi ibu di tahap akhir kehamilan hingga beberapa hari pasca kelahiran, kaya akan senyawa imunoglobin A (IgA). Senyawa ini mampu membentuk lapisan pelindung di membran mukosa pada usus, hidung dan tenggorokan bayi untuk melawan berbagai penyakit. IgA juga diproduksi secara spesifik sesuai respon tubuh ibu terhadap virus dan bakteri patogen tertentu sehingga sangat sesuai dengan kondisi bayi.

Ibu yang melahirkan secara prematur pun memproduksi ASI khusus yang cocok untuk sang bayi. Susu ini mengandung komposisi yang mirip dengan kolostrum yang dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya, terutama pada 1 bulan pertama setelah melahirkan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bayi yang di beri ASI eksklusif lebih kuat dan terhindar dari beragam penyakit seperti gangguan pernafasan bawah, virus perut, diare, infeksi telinga, meningitis, diabetes tipe 1, 2, hipertensi, kolesterol tinggi, radang usus besar dan kanker.

Hormon yang terdapat di dalam ASI menciptakan rasa kantuk dan rasa nyaman. Hal ini dapat membantu menenangkanĀ  kolik atau bayi yang sedang tumbuh gigi dan membantu membuat bayi tertidur setelah makan.

Menyusui membantu perkembangan otak. Bayi yang diberi ASI rata-rata memiliki IQ 6 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Menyusui secara psikologis baik bagi bayi dan meningkatkan ikatan dengan ibu. Jika seorang sedang membaca atau mengecek email saat menyusui, bayi tetap mendapat manfaat dari kehangatan dan keamanan karena meringkuk ke tubuh ibunya.

| Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi

Artikel Terkait

Daftar Selebritis yang Mengidap Penyakit Diabetes