Bahaya Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

24 Jun

Bekerja dibelakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun, jangan salah! kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh anda pelan-pelan.

Hal yang perlu diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.

Selain itu, bakteri atau virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya banyak bahkan mungkin melebihi kloset toilet di kamar mandi anda. Selain itu juga, masih banyak lagi dampak buruk terlalu lama duduk.

Bahaya Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

duduk

Meskipun kursi anda mahal, nyaman dan ergonomis. Namun, kursi tersebut bisa berdampak buruk bagi punggung jika anda terbiasa duduk seharian tanpa jeda. Posisi duduk bukan cuman mengurangi sirkulasi darah ke bagian discus atau bantalan tulang belakang tetapi duduk juga memberikan tekanan 30% lebih besar pada tulang belakang dibandingkan saat kita berdiri atau berjalan. Oleh karena itu, pekerjaan yang mengharuskan anda lebih banyak duduk, lakukan peregangan dan berjalan setiap satu jam sekali.

Adapun bahaya yang ditimbulkan dari duduk terlalu lama bagi kesehatan, diantaranya yaitu:

Sakit punggung

Kebiasaan duduk terlalu lama biasanya dialami orang-orang kantoran. Salah satu akibat duduk terlalu lama adalah sakit punggung bagian bawah atau pada bagian tulang belakang secara keseluruhan. Hal itu dikarenakan otot menjadi kaku akibat duduk terlalu lama.

Gangguan fungsi metabolik

Menurut sebuah penelitian, duduk terlalu lama sampai berjam-jam dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah terjadi penurunan kolesterol dalam tubuh. Ini akan mengakibatkan pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

Meningkatkan risiko diabetes

Wanita yang duduk selama 7 jam perhari memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2. Bila kebiasaan ini rutin dilakukan secara terus menerus setiap hari, maka siap-siap untuk terkena penyakit ini. Alasannya, karena duduk terlalu lama dapat mengurangi kerja tubuh kita yang seharusnya membakar gula dalam tubuh untuk dijadikan tenaga. Jika gula dalam tubuh ini banyak dibakar, maka akan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes.

Nyeri leher

Duduk dalam posisi tegak berjam-jam akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian leher. Rasa sakit ini disebabkan karena adanya peradangan pada bagian sendi tulang belakang.

Mati muda

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama anda duduk, maka semakin pendek pula usia anda. Ini diakrenakan duduk selama berjam-jam akan mengembangkan lemak darah dan juga meningkatkan kadar kolesterol. Risiko yang terjadi adalah anda bisa terkena penyakit kardiovaskular yakni serangan jantung dan juga penyakit lainnya yang dapat menyebabkan kematian.

Itulah beberapa bahaya terlalu lama duduk bagi kesehatan. Semoga artikel kami bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

 

| Bahaya Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

 

Artikel terkait

Pentingnya Makanan Berserat Bagi Penderita Diabetes

Kebiasaan yang Perlu Dihindari Untuk Mencegah Diabetes

20 Jun

Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat mengancam kualitas hidup anda. Walaupun demikian, diabetes merupakan penyakit yang dapat dikelola, asalkan anda dapat menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat dalam kehidupan anda. Sebaliknya, kebiasaan atau prilaku yang tidak sehat dapat memperburuk keadaannya. Berikut ini kebiasaan yang perlu dihindari untuk mencegah diabetes.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari Untuk Mencegah Diabetes

diabetess

  • Begadang

Sering terjaga hingga larut malam lalu kurang tidur 7-8 jam per hari berpotensi meningkatkan risiko terkena diabetes dibandingkan yang tidur lebih awal berdasarkan sebuah studi di Korea. Menurut peneliti, tidur tidak berkualitas dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Selain itu, orang-orang yang gemar tidur larut malam cenderung memiliki kebiasaan tidak sehat seperti merokok, tidak sempat berolahraga, dan terlambat makan. Semua faktor saling terkait hingga dapat berkembang menjadi diabetes.

  • Terlalu lama menonton TV

Studi dari University of Pittsburgh menyatakan bahwa setiap jam duduk di depan TV meningkatkan risiko diabetes hingga 4%.

Menurut profesor kinesiologi dari Chapman University, Eric Sternlicht, duduk terlalu lama menonton televisi menyebabkan tubuh menyimpan lemak visceral yakni lemak yang menambah lingkar pinggang.

Penumpukan lemak di sekitar pinggang, berdasarkan studi 2013 dari University of Washington, signifikan meningkatkran risiko terkena diabetes.

  • Kekurangan Vitamin D

Meski berat badan anda normal belum tentu terbebas dari diabetes. Menurut temuan studi yang dilakukan peneliti dari Spanyol menyatakan bahwa orang dengan tingkat vitamin D terlalu rendah berisiko terkena diabetes tipe 2. Vitamin D memang berperan dalam mengatur kinerja pankreas yakni yang menghasilkan insulin dan membantu gula darah.

  • Stress berat

Penelitian di Jerman ungkapkan ketika seseorang mengalami stres beratkhususnya terkait dengan pekerjaan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 45%. Belum diketahui pasti apa penyebabnya, peneliti menduga tingkat stres yang tinggi mendorong pelepasan hormon kortisol yang mengacaukan tubuh dalam menjaga kadar gula darah.

Untuk itu, segeralah ubah kebiasaan buruk anda karena hal itu dapat memicu risiko terjadinya penyakit diabetes.

| Kebiasaan yang Perlu Dihindari Untuk Mencegah Diabetes

Artikel Terkait
Efek Negatif Makan Larut Malam

Efek Negatif Bila Anda Sering Makan Larut Malam

19 Jun

Banyak ahli kesehatan yang mengingatkan agar tidak membiasakan diri makan terlalu malam. Sayangnya, masih banyak orang yang tiba-tiba terbangun karena lapar dan akhirnya harus makan di tengah malam. Ada beberapa efek negatif bila anda sering makan larut malam.

Pada umumnya manusia membutuhkan berbagai macam jenis nutrisi agar bisa terpenuhi setiap harinya. Nutrisi dalam satu hari ini diperoleh melalui makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Banyak pula dari kita yang telah menerapkan pola makan teratur seperti makan saat pagi atau sarapan, makan siang, sore dan malam. Namun, tahukah anda ada efek negatif dari makan pada larut malam? Berikut ini beberapa dampak buruk dari kebiasaan mengkonsumsi makanan berat atau camilan di malam hari sebelum tidur:

Efek Negatif Bila Anda Sering Makan Larut Malam

makan malam
Obesitas dan Diabetes

Ketika makanan yang mengandung kalori tingi masuk ke dalam tubuh, namun tidak ada aktivitas yang dilakukan. Maka, kalori tersebut tidak akan terbakar dan malah akan menjadi lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Kalori yang tidak terbakar ini yang kemudian menjadi lemak sehingga akan sangat mempengaruhi kondisi berat badan. Bisa dipastikan berat badan anda akan meningkat secara drastis apabila mengkonsumsi makanan pada malam hari sebelum tidur.

Diabetes merupakan penyakit lanjutan dari terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh. Apabila memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan berat atau camilan sebelum tidur, maka bersiaplah dengan munculnya penyakit diabetes yang disebabkan oleh penumpukkan lemak yang terjadi karena gaya hidup tidak sehat ini.

Serangan jantung

Serangan jantung dapat terjadi sebagai akibat lemak yang menumpuk dan memiliki risiko menyumbat bagian-bagian pembuluh darah. Hal ini akan meningkatkan risiko dalam mengalami serangan jantung disamping faktor-faktor lainnya.

Mempengaruhi Pola dan Kualitas Tidur

Kalori merupakan suatu bahan bakar yang diperlukan tubuh, sehingga tidak bisa membuatnya cepat tidur dan pasti akan terjaga sejenak. Hal ini karena makanan yang mengenyangkan akan memberi stimulus untuk melakukan suatu pekerjaan, bukannya tidur. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas tidur, sehingga membuatnya sulit bangun keesokan harinya.

Acid Reflux

Acid reflux merupakan suatu kondisi medis dimana asam lambung akan naik ke daerah kerongkongan atau tenggorokan. Hal ini disebabkan ketika langsung berbaring dan berusaha untuk tidur setelah mengkonsumsi makanan berat atau camilan pada malam hari.

Ketika mengkonsumsi suatu makanan, maka asam lambung akan keluar dan bekerja. Namun ketika langsung berbaring, maka asam lambung akan naik ke atas, terutama ke bagian tenggorokan dan kerongkongan. Hal ini akan menimbulkan efek perih dan sakit di kerongkongan atau tenggorokan ketika bangun keesokan harinya.

Beberapa bahaya makan pada malam hari ini, sebenarnya bisa dijauhi. Apabila terasa lapar pada malam hari, cobalah untuk mengkonsumsi makanan atau camilan yang rendah kalori dan tinggi serat serta vitamin, agar tubuh dapat menyerap vitamin dan mineral tersebut pada saat tidur, bukannya malah menimbunnya menjadi lemak.

| Efek Negatif Bila Anda Sering Makan Larut Malam

Artikel Terkait

Begadang Pemicu Timbulnya Penyakit

Begadang Pemicu Risiko Timbulnya Penyakit

16 Jun

Istirahat merupakan hal penting yang harus dilakukan seseorang demi menjaga kondisi kesehatan tubuh. Namun, tidak sedikit sebagian orang tidak mempedulikan bahkan ada juga yang menjadikan hal tersebut kebiasan. Namun, tahukah anda bahwa begadang dapat menyebabkan datangnya berbagai penyakit. Berikut ini sajian artikelnya

Begadang Pemicu Risiko Timbulnya Penyakit

begadang
Bagi anda yang terbiasa menyelesaikan pekerjaan di malam hari atau bahkan lembur dan mengabaikan istirahat, lebih baik dikurangi dari sekarang. Karena hal tersebut tidak baik bagi kesehatan, bahkan dapat mengundang berbagai jenis penyakit, seperti:

Obesitas

Ternyata begadang dapat menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas. Waktu tidur yang tak cukup atau kurang dari 6 jam dalam semalam akan mengganggu kerja metabolisme di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak di tubuh. Orang yang sering begadang menjadi lebih cepat gemuk, apalagi jika saat begadang mereka mengkonsumsi banyak makanan termasuk makanan yang tidak sehat dan membuat gemuk.

Penyakit jantung

Penyakit berbahaya ini bisa datang jika orang sering begadang dalam jangka panjang. Orang yang memiliki waktu tidur lebih sedikit rentan terkena penyakit jantung. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang menderita penyakit jantung akibat memiliki kebaiasaan begadang.

Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan penyakit ringan, namun jika tidak diobati dapat menjadi masalah serius. Sakit kepala sering terjadi pada orang yang kurang tidur setelah begadang larut malam. Dalam jangka panjang, sakit kepala yang sering terjadi setelah begadang dapat memicu kerusakan sel pada otak.

Diabetes

Hormon dalam tubuh bisa terganggu keseimbangannya pad orang yang sering begadang. Hal ini akan memicu intoleransi glukosa yang berkaitan dengan produksi insuiln dalam tubuh. Akibatnya, orang akan lebih sukar untuk mendapatkan waktu istirahat di malam hari dan terkena diabetes.

Di malam hari, kadar hormon stres dalam tubuh seharusnya menurun. Namun, pada orang yang begadang karena berbagai alasan (bekerja, menonton TV, atau lainnya), kadar hormon stres tersebut tidak menurun dan masih lebih tinggi dibanding seharusnya. Hal ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan, salah satunya memicu diabetes.

Biasanya kita sering merasa lapar setelah kurang tidur. Sehingga pada akhirnya kita mengonsumsi lebih banyak kalori (350-500 kkal) setiap harinya, terutama dari konsumsi cemilan yang lebih banyak. Orang yang hanya tidur 4 jam memiliki kecepatan penyerapan glukosa 40% lebih lambat, dan jumlah insulin yang dikeluarkan 30% lebih sedikit, dibandingkan orang yang tidur 8 jam.
Penurunan kecepatan penyerapan glukosa ini menyebabkan gula di dalam darah ada dalam jumlah tinggi dalam waktu yang lebih lama. Tak hanya itu, makin malam toleransi glukosa dalam darah menjadi kurang baik, sehingga makanan yang tinggi gula seperti kue, biskuit, atau sirup sebaiknya dihindari.

Untuk menjaga kondisi kesehatan anda dan menghindari penyakit diabetes, lebih baik anda meninggalkan kebiasan buruk anda yaitu begadang. Karena sudah dijelaskan diatas, bahwa begadang dapat memicu terjadinya berbagai penyakit. Meskipun penyakit jantung, sakit kepala, diabetes dapat diobati. Namun, alangkah baiknya Mencegah dari pada mengobati.

| Begadang Pemicu Risiko Timbulnya Penyakit

Artikel Terkait

Cara Mencegah Komplikasi Penyakit Diabetes

13 Jun

Penyakit diabetes merupakan penyakit peringkat kelima yang menduduki sebagai penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Sebagian besar, komplikasi diabetes cukup parah dan dapat mempengaruhi kualitas hidup.

Pasien diabetes jarang ada yang meninggal karena diabetes itu sendiri, melainkan lebih seirng meninggal akibat komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung koroner, penyakit cerebrovascular, retinopathy, neophropathy dan neuropathy. Sehingga, setelah seseorang didiagnosa penyakit diabetes, sebaiknya berusaha mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Untuk itu, mari kita cari tahu mengenai cara mencegah komplikasi penyakit diabetes.

Cara Mencegah Komplikasi Penyakit Diabetes

komplikasi diabetes

  • Hati-hati dalam memilih jenis karbohidrat

Meskipun anda penderita diabetes, namun bukan berarti anda tidak diharuskan mengkonsumsi makanan berkarbohidrat. Karena karbohidrat sangat penting untuk tubuh untuk memberikan energi.

Karbohidrat yang aman untuk penderita diabetes yaitu karbohidrat yang dapat dipecah secara perlahan-lahan dalam tubuh yaitu dengan nilai Indexs Glikemik rendah, sehingga energi dalam tubuh anda tetap tersedia dalam waktu yang lama. Makanan yang berkarbohidrat dengan IG yang rendah dinataranya yaitu roti gandum, serelia, polong-polongan, sayuran dan buah-buahan segar.

  • Turunkan berat badan

Menurunkan berat badan bagi seseorang yang memiliki kelebihan berat badan merupakan hal yang sangat membantu dalam mencegah komplikasi diabetes, karena hal ini dapat menurunkan gula darah dan tekanan darah serta membantu meningkatkan profil lemak dalam tubuh. Selain itu, anda akan memiliki cukup energi dalam tubuh. Prinsipnya adalah bakarlah kalori lebih banyak daripada kalori yang anda konsumsi. Hindari goreng-gorengan yang juga menjadi salah satu tips praktis untuk mengurangi asupan lemak tubuh anda.

  • Istirahat dan Tidur yang cukup

Kurang tidur dalam meningkatkan kadar glokosa darah anda sehingga mendorong anda untuk makan makanan dengan karbohidrat tinggi. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan ginjal. Jadi, cobalah untuk tidur yang cukup sekitar 7 atau 8 jam setiap malam. Jika anda memiliki kesulitan untuk tidur, cobalah atasi dan konsultasi dengan ahlinya. Memperbaiki pola tidur anda dapat menurunkan kadar gula darah anda.

  • Aktif berolahgara

Berjalan kaki, menari, bersepeda atau hanya berjalan ditempat akan membantu anda menurunkan risiko komplikasi diabetes.

  • Cek Kadar Gula Darah Secara Teratur

Terkadang, secara rutin memeriksa kadar gula darah Anda mampu membantu dalam menghindari komplikasi diabetes. Selain itu, Anda juga mampu memantau bagaimana pengaruh asupan makanan dan pola olahraga Anda terhadap kadar gula darah Anda, apakah program itu berhasil atau tidak? Dokter Anda dapat memberikan range target level kadar gula darah Anda. Semakin dekat Anda dengan target gula darah, maka tentunya kesehatan Anda akan semakin baik.

  • Rawat luka, pembengkakan serta lebam

Diabetes akan meningkatkan resiko infeksi dan memperlambat kemampuan tubuh dalam proses penyembuhan, sehingga benar-benar perhatikan luka apapun pada tubuh Anda meskipun berukuran sangat kecil

  • Pilih Makanan yang bergizi tinggi

Tetap konsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi seperti buah berry (strawberry, blueberry, dll), pomegranate, kiwi. Konsumsi ikan laut dengan kandungan omega-3 yang tinggi dan sayur-sayuran hijau juga berpotensi untuk tetap menjaga kesehatan Anda. Hindari juga lemak jenuh (saturated fats dan asam lemak trans).

| Cara Mencegah Komplikasi Penyakit Diabetes

 

Artikel Terkait