Pentingnya Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

3 Aug

Mencari tahu gejala penyakit diabetes sangat penting bagi kita, karena hal tersebut dapat membantu kita dalam mencegah terjadinya penyakit diabetes serta mampu mengantisipasi dan melakukan penanganan secara dini. Berikut ini beberapa gejala penyakit diabetes tipe 2.

Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

gejala diabetes tipe 2Sering buang air kecil dan  haus berlebihan

Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil bisa menjadi gejala awal diabetes. Pada kondisi ini disebabkan ginjal bekerja sangat aktif untuk menyingkirkan kelebihan glukosa dalam darah.

Sedangkan rasa haus yang berlebihan adalah respon tubuh untuk mengisi cairan yang hilang akibat sering buang air kecil. Kedua gejala ini berjalan seiring dengan mekanisme tubuh untuk menurunkan kadar gula darah.

Kehiangan berat badan

Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, karena hormon insulin tidak mampu mengirim glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi, tubuh mulai memecah protein dari otot-otot sebagai sumber energi alternatif.

Kelaparan

Rasa lapar berlebihan adalah tanda lain dari diabetes. Ini terjadi akibat kadar gula yang tinggi namun tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan dalam proses metabolisme.

Masalah kulit

Kulit gatal dan kering, bisa menjadi tanda diabetes. Contoh lain adalah acanthosis nigricans yaitu penggelapan kulit di sekitar leher atau ketiak.

Orang yang memiliki kondisi ini sudah mengalami proses resistensi insulin meskipun gula darah mereka mungkin tidak tinggi.

Lambatnya penyembuhan luka

Infeksi, luka, dan memar yang tidak kunjung sembuh adalah tanda klasik diabetes. Hal ini terjadi karena pembuluh darah vena dan arteri rusak akibat jumlah glukosa berlebih. Kondisi ini membuat darah sulit menjangkau daerah-daerah tubuh yang luka untuk memfasilitasi proses penyembuhan.

Infeksi jamur

Diabetes akan menurunkan sistem kekebalan tubuh secara umum. Tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi paling umum seperti jamur (candida).

Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak

Penglihatan kabur

Kadar glukosa tinggi mampu mengubah bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya gejala ini reversibel (bisa kembali normal) saat kadar gula darah kembali atau mendekati normal. Namun, kadar gula yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan permanen, bahkan kebutaan.

Kesemutan atau mati rasa

Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersama dengan rasa sakit terbakar atau bengkak merupakan tanda-tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan neuropati (kerusakan saraf) permanen.

Hasil tes darah

Salah satu tes adalah tes glukosa plasma setelah puasa. Tes dilakukan untuk memeriksa gula darah setelah semalam (atau delapan jam) tidak makan.

Glukosa darah di atas 126 miligram per desiliter (mg/dL) pada dua tes yang berbeda akan berarti diabetes.

Glukosa darah normal adalah 99 mg/dL. Tingkat gula darah 100 sampai 125 mg/dL akan dianggap sebagai pradiabetes.

Nah itulah beberapa tanda-tanda umum dari penyakit diabetes. Semoga sajian artikel ini bermanfaat untuk anda bagi para pembaca. Semoga lekas sembuh.

| Mengetahui Gejala Penyakit Diabetes Tipe 2

Mengenal Jenis Terapi Oral Untuk Penderita Diabetes

1 Aug

Banyak jenis pengobatan yang dilakukan pasien penderita diabetes untuk mendapatkan kesembuhan, salah satunya yaitu jenis terapi oral untuk penderita diabetes.

Obat-obatan hipoglikemik oral terutama ditujukan untuk membantu penanganan pasien diabetes melitus tipe II. Pemilihan obat hipoglikemik oral yang tepat sangat menentukan keberhasilan terapi diabetes. Bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien, farmakoterapi hipoglikemik oral dapat dilakukan dengan menggunakan satu jenis obat atau kombinasi dan dua jenis obat. Pemilihan dan penentuan rejimen hipoglikemik yang digunakan harus mempertimbangkan tingkat keparahan diabetes (tingkat glikemik) serta kondisi kesehatan pasien secara umum termasuk penyakit-penyakit lain dan komplikasi yang ada.

Mengetahui Penggolongan Obat Hipoglikemik Oral

terapi obat diabetes oral

Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat hipoglikemik oral dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

  • Golongan Sulfonilurea

Golongan ini merupakan golongan obatobatan yang meningkatkan sekresi insulin.

Golongan ini merupakan jenis obat hipoglikemik oral yang paling dahulu ditemukan, diberikan kepada penderita diabetes dewasa baru dengan berat badan normal dan kurang serta tidak pernah mengalmai ketoasidosis sebelumnya. Senyawa-senyawa sulfonylurea sebaiknya tidak diberikan pada penderita gangguan hati, ginjal dan tiroid. Obat-obat kelompok ini bekerja merangsang sekresi insulin di kelenjar pancreas, oleh sebab itu hanya efektif apabila sel-sel β Langerhans pancreas masih dapat berproduksi. Penurunan kadar glukosa darah yang terjadi setelah pemberian senyawa-senyawa sulfonilurea disebabkan oleh perangsangan sekresi insulin oleh kelenjar pancreas.

Baca Juga: Mengenal Jenis Diabetes Tipe I

  • Golongan Meglitinida dan Turunan Fenilalanin

Ini merupakan golongan obat hipoglikemik generasi baru yang cara kerjanya mirip dengan golongan sulfonilurea yaitu bekerja untuk meningkatkan sitesis dan sekresi insulin oleh kelenjar pankreas. Biasanya senyawa obat dari golongan ini digunakan dalam bentuk kombinasi dengan obat-obatan antidiabetik oral lainnya.

  • Golongan Biguanida

Bekerja langsung pada hati, menurunkan produksi glukosa hati. Senyawa-senyawa golongan ini tidak merangsang sekresi insulin dan hampir tidak pernah menyebabkan hipoglikemia.

Satu-satunya senyawa biguanida yang masih dipakai sebagai obat hipoglikemik oral saat ini adalah metformin. Metformin masih banyak dipakai di beberapa negara termasuk Indonesia, karena frekuensi terjadinya asidosis laktat cukup sedikit asal dosis tidak melebihi 1700 mg/hari dan tidak ada gangguan fungsi ginjal dan hati.

  • Golongan Tiazolidindion (TZD)

Bekerja untuk meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin dengan jalan berikatan dengan (peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di otot, jaringan lemak, dan hati untuk menurunkan resistensi insulin. Senyawa-senyawa TZD juga menurunkan kecepatan glikoneogenesis.

  • Golongan Inhibitor α-Glukosidase

Bekerja menghambat enzim alfa flukosidase yang terdapat pada dinding usus halus. Enzim-enzim α-glukosidase (maltase, isomaltase, glukomaltase dan sukrase) berfungsi untuk menghidrolisis oligosakarida, pada dinding usus halus. Inhibisi kerja enzim ini secara efektif dapat mengurangi pencernaan karbohidrat kompleks dan absorbsinya, sehingga dapat mengurangi peningkatan kadar glukosa post prandial pada penderita diabetes.

Baca Juga: Kenali Jenis Diabetes Tipe II

Senyawa inhibitor α-glukosidase juga menghambat enzim α-amilase pankreas yang bekerja menghidrolisis polisakarida di dalam lumen usus halus. Obat ini merupakan obat oral yang biasanya diberikan dengan dosis 150-600 mg/hari. Obat ini efektif bagi penderita dengan diet tinggi karbohidrat dan kadar glukosa plasma puasa kurang dari 180 mg/dl. Obat ini hanya mempengaruhi kadar glukosa darah pada waktu makan dan tidak mempengaruhi kadar glukosa darah setelah itu.

  • TERAPI KOMBINASI

Pada keadaan tertentu diperlukan terapi kombinasi dari beberapa OHO atau OHO dengan insulin. Kombinasi yang umum adalah antara golongan sulfonilurea dengan biguanida. Sulfonilurea akan mengawali dengan merangsang sekresi pankreas yang memberikan kesempatan untuk senyawa biguanida bekerja efektif. Kedua golongan obat hipoglikemik oral ini memiliki efek terhadap sensitivitas reseptor insulin, sehingga kombinasi keduanya mempunyai efek saling menunjang. Pengalaman menunjukkan bahwa kombinasi kedua golongan ini dapat efektif pada banyak penderita diabetes yang sebelumnya tidak bermanfaat bila dipakai sendiri-sendiri.

Hal Penting Yang Harus Anda Perhatikan Jika Menggunakan Obat Diabetes Oral

  • Dosis selalu harus dimulai dengan dosis rendah yang kemudian dinaikkan secara bertahap.
  • Harus diketahui betul bagaimana cara kerja, lama kerja dan efek samping obat-obat tersebut.
  • Bila diberikan bersama obat lain, pikirkan kemungkinan adanya interaksi obat.
  • Pada kegagalan sekunder terhadap obat hipoglikemik oral, usahakanlah menggunakan obat oral golongan lain, bila gagal lagi, baru pertimbangkan untuk beralih pada insulin.
  • Hipoglikemia harus dihindari terutama pada penderita lanjut usia, oleh sebab itu sebaiknya obat hipoglikemik oral yang bekerja jangka panjang tidak diberikan pada penderita lanjut usia.
  • Usahakan agar harga obat terjangkau oleh penderita.

 

| Mengenal Jenis Terapi Oral Untuk Penderita Diabetes

Hubungan Penyakit Diabetes Dengan Gagal Ginjal

31 Jul

Ginjal berfungsi untuk menghilangkan limbah dari darah dan mengembalikan darah yang telah dibersihkan kembali ke tubuh. Gagal ginjal merupakan penyakit ginjal yang berarti ginjal tidak lagi mampu untuk membuang sampah dan mempertahankan tingkat cairan dan garam yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Apakah Penyakit Diabetes Bisa Menular?

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit penyumbang terbanyak kasus gagal ginjal kronis. Jumlahnya mencapai 30% diantara keseluruhan penderita gagal ginjal. Selanjutnya, diikuti penyakit hipertensi dan batu ginjal serta infeksi pada ginjal. Berikut ini hubungan penyakit diabetes dengan gagal ginjal.

Hubungan Penyakit Diabetes Dengan Gagal Ginjal

diabetess

Penyakit diabetes merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi (gula). Seiring berjalannya waktu, tingginya tingkat gula dama darah merusak jutaan unit penyaringan kecil dalam setiap ginjal. Hal ini akhirnya mengarah pada gagal ginjal.

Baca Juga: Cara Menurunkan Gula Darah Dengan Tanaman Herbal

Sekitar 20% sampai 30% orang dengan diabetes mengalami penyakit ginjal (nefropati diabetik), meskipun semua ini tidak akan berkembang menjadi gagal ginjal. Seseorang dengan diabetes rentan terjadi nefropati apakah mereka menggunakan insulin atau tidak. Risiko ini terkait dengan lamanya waktu orang yang memiliki diabetes.

 

| Hubungan Penyakit Diabetes Dengan Gagal Ginjal

Apakah Penyakit Diabetes Bisa Menular?

29 Jul

Penyakit diabetes atau kencing manis dapat diderita oleh siapa saja, tidak pandang usia, kasta atau apapun. Penyakit ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi karena organ pankreas yang mengalami gangguan tidak dapat lagi memproduksi insulin per harinya.

Salah satu penyebab terjadinya gangguan pankreas yaitu kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan bakteri yang ditimbulkan oleh gigi rusak dapat masuk ke dalam tubuh dan mengganggu sistem imun sehingga membuat sistem daya tahan tubuh mengeluarkan sebuah sel protein jenis cytokines. Zat inilah yang menjadi penyebab kerusakan pada organ pankreas. Sehingga membuat sistem metabolisme tubuh menjadi terganggu.

Baca Juga: Perbedaan Diabetes Melitus Dan Diabetes Insipidus

Pada penderita diabetes biasanya akan timbul luka atau borok parah pada kaki atau organ tubuh lainnya dan lama untuk sembuh. Selain itu, banyak spekulasi mengenai penyakit diabetes, seperti penyakit diabetes dapat menular. Lalu, apakah itu benar? Untuk mencari kebenarannya, mari kita cari tahu apakah penyakit diabetes bisa menular?

Apakah Penyakit Diabetes Merupakan Salah Satu Penyakit Menular?

stop diabetes

Banyak orang mengatakan bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit tidak menular. Namun, tahukah anda bahwa terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa penyakit diabetes dapat ditularkan oleh pasangan yang sudah menikah dan menderita diabetes kepada pasangan lainnya yang belum menderita diabetes. Tetapi, menularnya diabetes tidak melalui perantara keringat, sentuhan atau hubungan seksual dengan pasangan yang sah.

Penyakit diabetes ditularkan karena faktor kebiasaan buruk penderita diabetes yang diadopsi atau ditiru oleh pasangan bukan penderita diabetes. Seperi pola makan makanan yang kurang sehat dan kebiasaan yang buruk. Sehingga membuat pasangan tersebut juga dapat berisiko 26% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Normal Menurut WHO

Penyakit diabetes dapat dicegah dan tidak dapat menular apabila membiasakan pola hidup yang sehat dengan makan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Selain itu, penderita diabetes juga dapat sembuh apabaila menerapkan pola hidup sehat setiap hari bersama pasangan. Sehingga dapat terhindar dari penyakit diabetes dan dapat sembuh pula. Hal ini bukan berarti menakut-nakuti untuk tidak berpasangan dengan penderita diabetes untuk menikah. Namun, apabila menjaga pola hidup sehat bersama-sama dengan pasangan akan sama-sama terhindar dari penyakit diabetes.

Demikian penjelasan mengenai penyakit diabetes menular atau tidak. Sudah jelas bukan? Semoga artikel kami memberikan anda jawaban atas pertanyaan anda dan semoga bermanfaat. Terimakasih, semoga anda selalu diberikan kesehatan. Aamiin

| Apakah Penyakit Diabetes Bisa Menular

Cara Menurunkan Gula Darah Dengan Tanaman Herbal

28 Jul

Terdapat beberapa tanaman herbal untuk menurunkan gula darah, berikut ini akan kami sajikan artikelnya. Diantara banyaknya pengobatan diabetes, inilah salah satunya yaitu dengan cara mengkonsumsi tanaman herbal.

Tanaman  herbal yang kami rekomendasikan ini telah dipercaya sejak jaman dahulu mampu membantu menstabilkan kadar gula dalam darah dan mengebalikan fungsi pankreas seperti semula.

Cara Menurunkan Gula Darah Dengan Tanaman Herbal

olahan lidah buayaBrotowoli

Tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai analgesik atau menghilangkan rasa sakit, anti piretik atau menurunkan panas.

Cara Membuatnya yaitu: siapkan 6cm batang brotowoli di cuci dan di potong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloti dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan.

Lidah buaya

Lidah buaya memiliki sangat efektif untuk menurunkan gula darah dan berfungsi sebagai antiradang atau pencahar.

Cara membuatnya yaitu: 1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya kemudian dipotong-potong. Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3×1,5 gelas setiap habis makan.

Mengkudu

Mengkudu adalah salah satu buah yang termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman herbal untuk menurunkan gula darah. Karena mengkudu dapat memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara membuatnya yaitu: Ambil 2 buah mengkudu masak. Parut dan tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

Pare

Pare merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki rasa pahit yang khas. Pare dimanfaatkan sebagai penurun kadar gula darah. Fakta ilmiahnya, pare memiliki kandungan zat yang berperan aktif sebagai penurun gula darah dalam tubuh, diantaranya yaitu antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta panreas untuk mengeluarkan insulin.

Cara Membuatnya yaitu: Ambil 200 gram buah pare segar. Potong-potong lalu buah tersebut bisa di jus atau direbus. Kemudian airnya diminum.

Baca Juga: Jenis Makanan Untuk Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Sebenarnya, cara menurunkan gula darah dalam tubuh tidak hanya dengan tanaman herbal diatas, namun juga bisa dengan menggunakan obat herbal jelly gamat gold-g yang di produksi oleh PT. GNE atau GIT Produsen Biogene R & D SDN – BHD Malaysia yang telah terdaftar di Badan POM RI TI 114645721 dan telah bersertifikat HALAL dari Malaysia: JAKIM (22.00)/492/2/1 010-10/2004.

Itulah beberapa tanaman herbal untuk menurunkan kadar gula darah dan rekomendasi obat penurun gula darah dari herbal jelly gamat gold-g. Semoga sajian ini memberikan manfaat untuk anda. Terimakasih ..

| Cara Menurunkan Gula Darah Dengan Tanaman Herbal