Penyebab Luka Diabetes Sulit sembuh

7 May

Luka merupakan rusaknya suatu jaringan kulit yang dapat mengakibatkan terganggunya fungsi kulit sehingga kulit tidak dapat melaksanakan fungsinya seperti biasa. Luka tersebut akan menyebabkan rasa nyeri yang disertai bengkak dan demam.

Pada umumnya, luka pada kulit dapat sembuh apabila dibiarkan saja. Biasanya dalam waktu 7 sampai 12 hari luka pada kulit akan sembuh seperti semula, namun hal ini berbeda pada penderita diabetes.

Penderita diabetes membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan luka. Butuh kesabaran dalam merawatnya, karena frustasi yang muncul ternyata dapat memperlama proses kesembuhan luka. Hal ini juga disebabkan oleh lamanya penyembuhan luka penderita diabetes yang terkait dengan kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi pula kadar kortisolnya. Berikut ini beberapa penyebab luka diabetes sulit sembuh.

Penyebab Luka Sulit Sembuh Pada Penderita Diabetes

penyebab luka diabetes sulit sembuh
Luka pada penderita diabetes sulit sembuh dikarenakan beberapa faktor penyebab, berikut ini yang menjadi penyebab sulit sembuhnya luka pada penderita diabetes:

  • Oksigenisasi jaringan

Saat terluka, kulit memiliki mekanisme alamiah untuk membentuk jaringan-jaringan baru hingga luka dapat tertutup alias disembuhkan dengan sempurna. Proses tersebut membutuhkan oksigen yang cukup.

Sehingga, seberapa baik kadar oksigen di jaringan karena oksigen penting untuk pembentukan sel-sel baru penyembuh luka. Oleh karena itu, penutup atau pembalut luka (dressing) harus dipilih dengan tepat agar pertukaran gas dan udara tetap lancar.

  • Kekurangan nutrisi

Indikator salah satunya bagaimana asupan protein, bagaimana asupan mikronutriennya seperti zinc dan vitamin C.

Pembentukan kolagen yaitu sel pembentuk jaringan kulit baru membutuhkan banyak nutrisi-nutrisi tersebut. Dengan demikian, kekurangan nutrisi dapat menghambat proses penyembuhan luka.

  • Penanganan Edema

Edema atau pembengkakan sering mengiringi terjadinya luka. Sebagai contoh, luka akibat kecelakaan umumnya juga disertai tubuh yang membengkak akibat benturan atau hantaman yang keras. Jika tidak ditangani dengan tepat, edema dapat menghambat proses penyembuhan luka. Karena semakin bengkak, jaraknya semakin tebal sehingga oksigen semakin sulit menembeus jaringan di bawah kulit.

  • Kelebihan Kadar Gula dan Lipid

Jika kadar protein dan mikronutrien amat dibutuhkan orang yang sedang terluka, gula dan lipid atau kolesterol perlu dikurangi.

Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan luka menjadi semakin kronis sehingga semakin sulit sembuh. Hal inilah yang terjadi pada penderita diabetes. Selain itu, kolesterol juga berbahaya bagi proses penyembuhan luka.

Semakin tinggi kolesterol, darah semakin kental sehingga alirannya tidak lancar.

  • Trauma

Orang yang sedang terluka harus dijauhkan dari trauma, gesekan, benturan, hantaman atau kontak lain yang berlebih pada luka dapat membuat proses penyembuhan kian butuh waktu.

Luka harus dilindungi agar cepat sembuh, trauma mungkin menyebabkan luka semakin kronis. Semakin lama luka ada, semakin susah pula sembuhnya.

  • Penyakit Autoimun

Meski sudah terhindar dari berbagai faktor penghambat luka, luka tetap dapat sulit disembuhkan. Contohnya, bagi penderita penyakit autoimun atau penyakit yang menyerang sistem imun tubuh lainnya.

Orang dengan kelainan darah misalnya hemofilia juga akan sulit sembuh dari luka karena darah sulit membeku. Selain itu juga orang-orang dengan penyakit lupus.

  • Faktor Sosio-ekonomik

Tidak jarang memaksa orang yang sedang terluka untuk tetap bekerja atau beraktifitas. Padahal, aktifitas tertentu dapat memperparah kondisi luka.

Contohnya seperti penderita diabetes. Kakinya yang terluka tidak boleh ditekan atau istilahnya off-loading, tetapi dia harus tetap jalan untuk bekerja.

Off-loading dalam konteks luka kaki penderia diabetes merujuk pada upaya mengurangi beban atau tekanan pada daerah yang terluka. Off-loading mencegah trauma lanjutan pada luka sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

  • Faktor Psikososial

Faktor psikososial juga dapat memperlambat penyembuhan luka. Contohnya, penderita luka harus dihindari dari stres.

Itulah beberapa faktor penyebab luka sulit sembuh. Bila hal ini terjadi, bisa anda lakukan pengobatan dengan memberikan jelly gamat gold-g sebagai obat diabetes yang baik untuk diminum ataupun dioles pada bagian luka.

| Penyebab Luka Diabetes Sulit sembuh

Artikel Terkait

Manfaat Mendaki Gunung Bagi Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *