Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

14 May

Penderita diabetes memiliki banyak sekali risiko, apalagi kalau sedang hamil. Berarti, bahaya akan juga mengancam janin.

diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh terlalu tingginya kadar gula atau glukosa di dalam darah. Selain itu juga, diabetes disebabkan oleh pankreas yang tidak mengeluarkan insulin. Insulin inilah yang berguna untuk mengubah gula menjadi energi.

Karena kerja insulin yang tidak maksimal inilah, gula yang seharusnya diubah menjadi energi akan menumpuk di dalam darah. Keadaan ini akan semakin diperparah kalau ibu tidak menjaga pola makannya. Berikut ini Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin.

Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

Diabetes memang kerap kali menyerang ibu hamil. Masalahnya, ketika hamil, diabetes juga bisa berpengaruh terhadap janin. Berikut ini risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dengan penderita diabetes:

Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan JaninRisiko Pada Ibu Hamil

  • Pre-eklampsia, yaitu sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema).
  • Persalinan¬† prematur
  • Cairan ketuban berlebihan (hidramnion).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi vagina berupa keputihan karena jamur yang berulang.

Risiko Pada Janin

Apapun yang menjadi risiko pada calon ibu, janin pasti turut merasakan akibatnya. Berikut ini risiko pada janin:

  • Pertumbuhan yang terhambat
  • Lahir besar atau giant baby (makrosomia) sehingga harus dilahirkan secara caesar.¬† Ini akibat janin menerima pasokan gula berlebih dari ibu, diubah menjadi protein dan lemak, sehingga membuatnya¬† besar.
  • Cacat bawaan, peluangnya 3 kali lebih besar dari kehamilan normal.
  • Meningkatnya kadar bilirubin.
  • Sindroma gangguan napas. Kelebihan insulin menghambat kerja hormon kortisol yang berfungsi mematangkan paru-paru janin. Akibatnya, paru-paru janin belum matang di usia 38 minggu. Risikonya, terjadinya sindroma gawat napas. Cegah dengan melakukan pemeriksaan air ketuban untuk memantau kematangan paru-paru janin.
  • Kekurangan glukosa dan kalsium.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan neurologik dan psikologik pada bayi di kemudian hari.
  • Kematian mendadak di kandungan (sudden death), akibat darahnya kekurangan oksigen dan kelebihan asam laktat. Ini risiko jika kadar gula darah ibu tidak terkontrol.

Untuk itu, diperlukan juga konsultasi dengan dokter jika ibu mengalami diabetes pada masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko-risiko yang memungkinkan terjadi seperti diatas pada ibu dan janin.

| Risiko Penyakit Diabetes Pada Ibu hamil dan Janin

 

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *